Sindikat Zine Fotografi Showcase

Sindikat Zine Fotografi Showcase hadir untuk memamerkan karya zine fotografi yang pernah terbit di Indonesia. Karya-karya yang dipamerkan merupakan karya hasil pengumpulan data dan arsip mengenai zine fotografi yang dilakukan oleh RAWSZINE dan Perpustakaan Fotografi Keliling. Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2017 kemarin dan berlokasi di Clicksquare, Kota Bandung.

Pameran ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat santai oleh para pengunjung. Mata acaranya juga dibuat agar terasa menyenangkan dan dapat dibawa santai, yaitu ‘Nongkrong’, ‘Ngobrol’, dan ‘Baca Zine Fotografi’. Ketiga hal tersebut adalah hal yang memang akan dilakukan pengunjung pada umumnya. Di sana telah di sediakan tempat untuk para pengunjung duduk-duduk sambil ngobrol atau membaca zine fotografi. Namun, selain itu juga terdapat mata acara diskusi yang mendatangi beberapa narasumber. Narasumber-narasumber itu adalah perwakilan dari Flock Project, Majalah Anjing Third Eye Space, Eye Zine See, dan RAWSZINE itu sendiri.

Pameran ini terlihat unik dibandingkan pameran-pameran fotografi biasanya.  Mereka membawakannya dengan lebih santai namun tetap nyaman dilihat, sesuai dengan karyanya yang berbentuk fotografi zine. Zine merupakan suatu karya yang bersifat publikasi dan diterbitkan oleh pembuatnya. Zine dapat dibuat dengan tujuan mencurahkan perasaan pembuatnya, seperti cinta atau kemarahan. Karya-karya zine yang dipamerkan merupakan hasil fotokopi dan hasil mesin cetak. Ada yang berukuran kecil, seperti buku, dan ada yang berukuran besar, seperti poster. Ada yang berwarna, ada juga yang hitam putih. Karya-karya diletakkan di meja-meja yang disusun rapi di sekeliling ruangan yang dibuat, dan di tengahnya terdapat karpet yang merupakan tempat untuk duduk-duduk sambil ngobrol dan membaca zine. Karya-karyanya disusun rapi di atas meja, namun kadang pengunjung tidak mengembalikan karya-karya tersebut ke tempat semula dengan rapi. Beberapa karya zine yang berbentuk buku juga sudah ada yang halamannya terlepas dari bukunya, sehingga membuat karya tersebut terkesan kurang diapresiasi atau dihargai. Pengunjung memang harus selalu dipantau dan diingatkan untuk menjaga karya-karya yang ada. Untuk karya dalam bentuk poster diletakkan dengan menempelkannya di kaca yang terletak pada dinding ruangan. Jarak antar posternya juga tidak terlalu dekat, sehingga pengunjung dapat menikmati karya poster zine tersebut dengan baik. Ruangan pameran tersebut menurut saya kurang terang, karena sumber cahaya kurang menyebar di seluruh ruangan, sehingga saya harus mencari sudut-sudut yang tepat agar cahayanya pas. Namun itu bukan merupakan permasalahan yang besar. Di lokasi pameran juga terdapat suatu instalasi yang menarik. Instalasi tersebut berupa sebuah meja yang diatasnya terdapat benda yang menyala warna-warni dan bergerak. Namun posisinya agak jauh dari pameran sehingga pengunjung mungkin segan untuk mendekat ke instalasi tersebut.

Pameran fotografi zine yang diselenggarakan oleh RAWSZINE ini sangat menarik bagi saya. Karena sebelumnya saya belum pernah hadir ke sebuah pameran zine. Dari pameran ini saya mendapat pengalaman baru dalam menikmati sebuah pameran, Pameran yang lazimnya terlihat rapi dan mahal, dengan pameran ini, saya sadar bahwa pameran tidak selamanya harus seperti itu. Media pameran yang ada di pameran ini sangatlah sederhana. Namun, tetap terlihat bagus dan itu yang membuat wujud pameran ini menarik. Konten yang dipamerkan dan suasana yang dibuat sangat pas dan berkesinambungan, sehingga saya dapat dengan maksimal menikmati karya-karya yang ada.

Oleh: Azizah Rahmazahra

Related Posts