Kita Belajar: Konsepsi oleh Ayya Permatasari

Apa yang kamu dapatkan setelah mengunjungi beberapa pameran?

Apakah dari pameran yang kamu kunjungi kamu merasa bahwa acara tersebut recommended?

Apakah acara tersebut worth it?

Kesan apa yang kalian dapatkan?

Apakah ada rasa bingung ketika pameran tersebut tidak ada penjelasannya?

Pemahaman apa yang kamu dapatkan dari pameran tersebut?

Sekarang, jika kalian menempatkan diri sebagai pembuat pameran tersebut pikirkan apakah ada yang merekomendasikan pameran ini?

Apakah banyak yang datang?

 

Menurut Ayya Permatasari, dalam membuat acara ada beberapa formula yang digunakan, contohnya : 5W1H, SWOT. Kali ini, beliau menggunakan formula : wouldn’t have, couldn’t have, dan shouldn’t have.  Formula ini dapat digunakan jika kita menggunakan referensi dari pameran lain untuk diaplikasikan dalam pameran kita sendiri. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

Wouldn’t have

Kita tidak tahu ketika karya itu baik/buruk ketika kita tidak memiliki referensi. Jika kita mempunyai referensi, referensi tersebut bisa diimplementasi untuk membuat pameran selanjutnya. Di wouldn’t have ini referensi diperlukan untuk membuat konsep yang mengacu pada referensi kalian. Ada hal baru yang kalian lihat dapat cocok untuk pameran kalian.

 

Couldn’t have

Saat telah mengunjungi beberapa acara pameran dan membandingkannya dengan yang lain. Kita dapat menggunakan perbandingan dan kritik tersebut menjadi sebuah acuan untuk membuat konsep acara pameran kalian sendiri agar lebih bagus daripada sebelumnya.

 

Shouldn’t have

Kemudian, apa yang harus kalian lakukan jika kalian adalah penyelenggara pameran tersebut? (yang kalian kunjungi). Apa yang akan kalian ubah? Apa yang akan kalian buat berbeda? Mengapa demikian? Gunakan referensi, kritik, dan perbandingan tersebut sebagai acuan untuk membuat acara pameran yang kalian kunjungi dapat menjadi lebih baik dan berbeda dari sebelumnya.

 

Pameran itu ada media yang ingin disampaikan ke orang-orang. Yang membedakan pameran satu dengan yang lain adalah bagaimana pameran tersebut dieksekusi dengan baik. Mengkonsep dapat dimulai dari beberapa acara yang sudah pernah kalian datangi. Kalian bandingkan satu dengan yang lain dan cari tau dasarnya. Baru kalian formulasikan lagi harusnya seperti apa. Karena ketika sudah dibandingkan kalian jadi tau seharusnya pameran itu dapat seperti apa.

Dasar dalam mengkonsep adalah :

  1. Konteks
  2. Referensi
  3. Viral
  4. Modal

Dalam menyelenggarakan pameran gali lagi sebenarnya apa modal yang dimiliki. Misalnya, kalian kuat diuang nya. Manfaatkan uang tersebut, jangan hanya bikin acara yang nanggung. Ada yang punya modal tempat, manfaatkan tempat tersebut dan eksplor lagi. Kuatkan tentang konteks dan gali lebih dalam acara kalian diselenggarakan di bulan apa, coba gali ada event apa di bulan tersebut. Karena itu bisa jadi basis varian dalam membuat acara dan dapat lebih memerhatikan sekitar kita.