Elegi Pelosok Negeri

“Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri”. Pepatah inilah yang akan terlintas pertama kali di pikiran pengunjung ketika memasuki pameran ini. Elegi Pelosok Negeri adalah nama dari pameran nan elok ini. Pameran Elegi Pelosok negeri ini diadakan oleh Pelita Muda ITB bertempat di 107 Garage Room, Ciumbeleuit pada tanggal 14 – 16 September 2018. Pameran ini bertujuan untuk berbagi cerita serta pengalaman tentang segala perjalanan dan kegiatan yang Pelita Muda laukan. Untuk mendorong pemuda agar lebih mengenal negerinya sendiri dan memiliki kesadaran akan potensi negerinya sendiri. Dengan harapan agar para pemuda mendapat gambaran tentang apa yang bisa dilakukan untuk negeri kita tercinta.

Di awal pintu masuk pengunjung akan melihat timeline-roadmap tentang  segenap kegiatan yang telah dilakukan Pelita Muda selama setahun dari 2017 hingga 2018. Sebelah kiri pintu masuk, kita akan disambut oleh foto foto portraiture penduduk desa Sukaluyu dengan berbagai aktivitas penduduknya. Foto foto dipajang di dinding dengan frame hitam dan putih berselang seling dengan layout yang rapi dan spasi yang cukup lebar antar foto. Foto disertai dengan caption berisi kata – kata oleh subjek yang ada di dalam foto tersebut. Melihatnya seakan-akan kita merasakan langsung kegiatan dan tuturan langsung dari tokoh yang ada di foto foto tersebut.

Selain foto juga terdapat poster dan majalah berisi cerita tentang desa Sukaluyu dan juga terdapat coretan karya anak anak desa setempat yang menjadikan ruang kecil tersebut seakan – akan bercerita secara langsung suasana yang ada di desa tersebut.

Beralih ke lantai dua kita disambut dengan portret hitam putih anak anak pedesaan dengan pose mereka masing masing sembari tersenyum, ditampilkan dengan digantung di atap tangga menuju lantai dua. Di lantai dua pengunjung akan disuguhkan dengan foto foto dan skema perjalanan warga pelita muda ke berbagai penjuru Indonesia. Menariknya lagi ruangan ini dipenuhi dengan kerajinan tangan dan juga peralatan peralatan yang digunakan oleh masyarakat desa yang dikunjungi untuk mencari nafkah sehari – hari. Dinding dinding dipenuhi dengan foto – foto suasana berbagai desa di pelosok Indonesia.

Salah satu segmen ruangan yang menarik perhatian pertama kali adalah peta pulau jawa yang diberi benang yang saling berhubungan satu sama lain disertai foto – foto yang menggambarkan suasana berbagai desa. Pengunjung akan merasa seolah – olah ikut mengikuti serangkaian perjalanan yang di tempuh oleh tim pelita muda dalam ekspedisi mereka ke berbagai tempat di pelosok pulau jawa. Berbagai cerita menarik juga disampaikan oleh guider tim pelita muda yang ramah kepada pengunjung sehingga pengunjung dapat memahami alur perjalanan mereka secara runtut.

Pada segmen yang lainnya terdapat peta Indonesia dengan goresan garis garis ke berbagai penjuru dan juga poster yang berisikan penjelasan tentangnya. Di sini pengunjung dibawa lebih jauh lagi mengenal negerinya, tidak hanya di pulau jawa saja.

Pameran ini sukses membuat pengunjung takjub dan terkesima memandangi keelokan negeri, negeri kita Indonesia, begitu banyaknya potensi yang ada di sekitar kita. Bahwa negeri kita, Indonesia tercinta, butuh pemuda pemuda yang luhur untuk turun ke masyarakat dan mengembangkan potensi yang ada. Karna tanpa adanya penggerak perubahan, potensi hanyalah potensi semata.

 

Oleh

Naufal Akhthariyan

Related Posts