Dasar Pengelolaan Festival

Festival Film sangat banyak dan beragam pula hadir dalam masyarakat. Pada dasarnya festival film terdiri atas dua kata yaitu festival dan film. Festival berarti perayaan dan film berarti gambar yang bergerak. Ketika digabung festival film berarti sebuah perayaan film-film yang dibuat dalam film tersebut.

Hal terpenting dari sebuah festival film adalah sebelumnya HARUS MEMILIKI OTORITAS!

Otoritas ini muncul dari faktor-faktor seperti:

  1. Pengetahuan yang meliputi riset, pendataan, jaringan, pendalaman paham tentang isu
  2. Latar belakang aktivitas yang digagas
  3. Konsistensi yang meliputi bukti fokus, ketetapan, serta tidak kontradiktif dengan apa yang dikerjakan terkait langsung atau tidak
  4. Keberlanjutan yang harus memiliki visi jangka panjang dengan roadmap yang terbaca jelas
  5. Pengembangan yang merupakan eksperimen untuk menghasilkan inovasi dalam kegiatan yang akan dibuat

Setelah punya OTORITAS maka harus tau arah gerak festival akan bergerak kemana. Pada dasarnya festival ini memiliki 2 fungsi general, yaitu:

  1. Sosial Pendidikan

Hal yang dimaksud adalah arah gerak festival ini mau disuguhkan kepada masyarakat. Contoh: Purbalingga Film Festival (Sehingga sineas dan komunitas akan disingkirkan terlebih dahulu dan difokuskan kepada masyarakat)

  1. Estetika

Hal yang dimaksud adalah bagaimana membuat citra dan bagaimana mengemas film agar lebih menarik (eksplorasi) atau dapat pula berupa penghargaan seperti FFI.

Dari dua fungsi tersebut dapat dirumuskan arah gerak festival dan dari konsep berikut dapat dilangsungkan proses-proses selanjutnya untuk dapatmewujudkan MIMPI FESTIVAL.

Secara sistem, terdapat roadmap program. Roadmap program ini adalah pemetaan dan pendataan kebutuhan. Dimulai dari menjabarkan visi dan misi festival lalu aplikasi program. Dari adanya aplikasi program ini barulah dapat dijabarkan keestimasi biaya, kebutuhan teknis, kebutuhan tempat, dan hal-hal teknis lainnya.

Sangat penting untuk menjabarkan konsep festival ini, Cara berpikir konsep festival ini meliputi:

  1. Hal apa yang mau dibicarakan? (Pokok isu/persoalan yang memerlukan riset dan pendataan)
  2. Kepada siapa festival ini berbicara? (Audiens sehingga dapat ditentukan jenis media yang dibutuhkan)
  3. Dengan cara apa festival ini berbicara? (Program dan Pelaku sehingga dapat ditentukan jenis medium yang dibutuhkan)
  4. Apa hasil yang diharapkan? (Visi dan Misi yang pada akhir festival haruslah dilakukan evaluasi dan mentoring)

Hal yang perlu diingat dalam membuat festival ini adalah perumpamaannya, seperti “SawahOrganik”. Maksudnya adalah kita akan berkala akan memanen dari festival ini, misalnya kalau sawah akan ditanam padi, akan memanen, dijaga dan dirawat, diberi pupuk dan diberi  air dan ketika akan memanen akan kita tanam lagi. Jika kita memakai bahan kimia dan eksploitasi tanahnya besar-besaran tanahnya akan susah untuk dipakai lagi tetapi hasilnya akan besar-besaran dan untungnya besar. Sama seperti festival film. Kita bisa membuat suatu festival yang besar dan menggemparkan tapi akankah langgeng nantinya? Jika kita hanya memberi dampak sekali saja akan sayang sekali dan efek/dampaknya akan lebih baik jika dirawat berkala atau dipikirkan sejauhmungkin (berjangka panjang)

Catatan oleh Aristina Marzaningrum dan Mikhail Kevin A.

Related Posts