Cahaya

Semakin menjamurnya instalasi seni yang unik dan menarik di berbagai titik di ibu kota memberi ruang bagi para penikmat seni untuk mendapatkan inspirasi atau sekedar cuci mata. Salah satunya dapat ditemukan di Senayan City Mall Level 1. Collaborative Experience Space bertajuk CAHAYA ini menyuguhkan instalasi-instalasi futuristik dan inspiratif yang layak untuk dikunjungi. Dibuka untuk umum, pameran yang diselenggarakan hingga 25 Mei 2019 ini menghadirkan kolaborasi fotografi, lighting technology, desain interior, juga untaian kristal Swarovski nan ciamik. Ide-ide tersebut pun tidak luput dari tangan-tangan kreatif para lintas profesional: Axioo Photography, Infico Interior Indonesia, V2 Indonesia, Royal Design, dan Yogie Pratama.

Mengulas lebih dalam, pameran yang mengangkat tema cahaya ini terdiri atas beberapa sub-ruangan yang terisi dengan instalasi yang berbeda. Semua ornamen ditata sedemikian rupa, ditambah lagi kristal-kristal Swarovski berbagai rupa dan warna menambah kesan mewah pameran ini. Salah satu instalasi yang paling menarik perhatian saya adalah “Hutan Cahaya“. Hutan futuristik yang memanfaatkan teknologi fiber optic berhasil membuat pengunjung seolah berada di ruang antariksa dengan gemerlap cahaya warna-warni nan indah.

Tak kalah menarik, ada pula suatu dark room yang konsepnya diadaptasi dari cetak foto analog. Ruangan ini diisi dengan berbagai macam fotografi, mulai dari portrait hingga street photography dengan layouting memenuhi setiap sisi ruangan. Warna hitam yang mendominasi pun membuat instalasi ini terasa begitu berbeda dengan yang lainnya. Sungguh indah untuk diabadikan atau sekedar dinikmati saja.

Ada dark room dengan nuansa hitamnya, ada pula instalasi “Listen with Your Eyes“ yang khas dengan nuansa putih. Nuansa menenangkan ini dilengkapi dengan elemen musik yang sangat cocok bagi pengunjung yang ingin menjernihkan pikiran.

Tak ketinggalan desain baju oleh desainer ternama, Yogie Pratama, bertajuk “Imaginaire” yang dilengkapi dengan lantai dansa yang akan menyala jika para pengunjung menapakkan kaki dan headset untuk dicoba para pengunjung. Dibuat seunik mungkin dengan konsep gemerlap tahun 80-an, karya ini berhasil membuat tiap pengunjung serasa berada di dunianya sendiri.

Salah satu instalasi yang paling sederhana yaitu “The Vow“. Tidak memakai banyak teknologi, tetapi berhasil mencuri perhatian pengunjung untuk membaca tulisan-tulisan pada setiap kainnya.

Mengangkat tema cahaya, kolaborasi para profesional ini berhasil menampilkan makna cahaya yang akan membawa harapan sebab cahaya sekecil apapun dapat menerangi kegelapan. Bagaimana setiap instalasi menceritakan kisahnya masing-masing, tetapi juga secara bersamaan mengaitkan satu sama lain dengan intimasi yang dalam.

Penulis: Nadya Safitri

Related Posts