Bioskop Kampus: Maya

Menanggapi penggunaan teknologi yang sudah mengakar di masyarakat, Bioskop Kampus kembali sebagai Bioskop Kampus: Maya. Pemutaran yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 19 Mei 2018 ini, bertujuan untuk menyampaikan berbagai konsekuensi yang seseorang dapat hadapi ketika menjerumuskan dirinya ke dalam dunia maya atau biasa dikenal media sosial.

Ada yang berbeda pada publikasi untuk acara pemutaran Bioskop Kampus: Maya. Yaitu, publikasi melalui snapgram dengan cara tap-tap. Publikasi melalui cara ini dilakukan agar mendapatkan perhatian dari pengguna instagram untuk datang ke acara Bioskop Kampus: Maya.

Setelah melalui proses kurasi, terdapat 5 film yang diputar di Bioskop Kampus: Maya. Film yang pertama diputar adalah Power Off karya Maudy Gabrielle. Selanjutnya, Aku Kudu Piye, Tweeps? Karya Luhki Herwanayogi. Disambung dengan Lonely Planet karya Candra Aditya. Lalu disambung flm yang menceritakan kekejaman dunia maya bersamaan dengan penyebaraan informasi yang tidak terfiler, satu-satunya film di pemutaran ini yang berasal dari luar negeri, Out of Hands karya Lin ShrJie. Terakhir, program ditutup dengan Carnivale karya Candra Aditya, yang menggambarkan kekuatan media sosial dalam mengontrol masyarakat salah satunya dalam dunia politik.

Setelah seluruh film diputar, takjil dibagikan sembari mempersiapkan sesi diskusi. Sesi diskusi dipandu oleh Muhammad Iqbal Juristian dari LFM ITB sebagai moderator. Sesi diskusi ini dihadiri oleh Maudy Gabrielle selaku sutradara Power Off dan Candra Aditya selaku sutradara Lonely Planet dan Carnivale.

Pesan-pesan dari kedua sutradara menutup sesi diskusi, yang juga merupakan penutup pemutaran Bioskop Kampus : Maya. Melalui pemutaran film beserta diskusinya, Bioskop Kampus: Maya telah memberikan pandangannya terhadap media sosial, membuat masyarakat menjadi semakin tersadar akan konsekuensi yang akan dihadapi ketika terjerumus di dunia maya. Sekaligus juga, memberikan motivasi kepada para sineas untuk lebih semangat berkarya, seperti kedua sutradara sampaikan, membuat film tidak mungkin langsung bagus, untuk membuat film yang bagus haruslah belajar dan membuat film terus menerus, hingga akhirnya puas.

Related Posts

Omah