Barnum Circus #1

Konsep barnum circus yang pertama ini awalnya berangkat dari adanya foto yang terpilih dari fotografi challenge, fotonya berupa perjalanan penyu yang baru saja menetas (tukik) dari pantai menuju ke laut berjumlah 5 foto. Dari konten foto tersebut, dijabarkan hal-hal apa saja yang terkait dengan penyu kemudian diturunkan hingga menjadi konsep dasar dari instalasi untuk memamerkan karya foto tersebut. Dari beberapa ide yang ada akhirnya dipilih pantai sebagai konsep dasar instalasi yang akan dibuat. Alasan kenapa pantai dipilih karena sangat dekat dengan objek dan dapat mendukung cerita dari foto tersebut mengenai perjalanan penyu dari sarangnya (pasir pantai) hingga ke laut.

Inspirasi pembuatan instalasi ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bentuknya diadaptasi dari papan menu yang terdapat pada bagian belakang atas kasir makanan cepat saji (KFC, Mcd, Texas, dll). Selama mengantri untuk memesan makanan dari pengalaman pribadi, lebih mudah untuk memilih pesanan dari menu yang berada di bagian belakang atas kasir dari pada menu yang tercetak di lembar kertas. (tergantung orang) Dengan gambar dan tulisan yang jelas, komponen tersebut diterapkan pada instalasi penyu ini. Sehingga berpengaruh dengan ukuran foto yang dicetak.
Perwujudan dari instalasinya berbentuk persegi panjang dengan sisi depan yang cekung (1/8 lingkaran) berdimensi sekitar 240 cm x 60 cm yang diletakkan di sudut antara atap dengan kanopi diantara dua tiang dan menghadap ke selasar LFM. Alasan pemilihan tempat tersebut karena sudut tersebut mudah dilihat dan dilewati banyak orang, khususnya kru LFM apabila keluar dari ruang santai akan sangat mudah untuk dilihat. Selain itu, ditempatkan di atas karena ingin berfantasi untuk menikmati pantai dengan cara yang berbeda dari biasanya. Pada umumnya orang-orang melihat pantai ada dibawah, instalasi ini memberikan kenampakan pantai yang berbeda dengan penempatan yang ada di atas.

Dekorasi yang dibuat menggunakan konsep hyper-realistic dioramas, sehingga perwujudan alam pantai dibuat semirip mungkin dengan aslinya dan dapat dirasakan pantainya. Bahan-bahan yang digunakan beberapa diperoleh dari alam, seperti pasir pantai, cangkang telur, kerikil, ranting, dan serpihan kulit pohon. Untuk bagian laut, digunakan kertas yang dikerutkan, ditempel, dan dicat hingga tampak seperti lautan, kemudian dituangan lem transparan untuk mendapat efek air dan ombaknya. Lem transparan juga ditambahkan di cangkang telur dan sekitarnya sebagai bentuk dari lendir penyu yang baru lahir.


Komposisi foto diurutkan sesuai dengan perjalanan penyu dari pantai hingga laut. Foto dicetak dengan ukuran 12R agar mudah dilihat walaupun jaraknya jauh dan komposisinya juga seimbang dengan dekorasi yang ada, foto tidak kalah dominan dan tetap memiliki point of interest yang tinggi sebagai objek utama dibanding dekorasi yang berperan sebagai pendukung.

Penulis: Juniar Chandra Ananda

Related Posts