Raw Exhibition: Open Art and Cinema

Disclaimer: seluruh review ini merupakan pendapat pribadi penulis

Pameran memiliki banyak jenis dan bentuk, tergantung dari tujuan diadakannya pameran tersebut. Secara umum, pameran menjadi proses terakhir dalam proses panjang berkarya. Karya yang sudah sempurna, dipamerkan dalam suatu pameran sebagai bentuk publikasi dan apresiasi. Namun, pameran Open Art and Cinema justru menjadi proses awal bagi para seniman dalam membuat karya.

Pameran Open Art and Cinema yang berlokasi di Orbital Dago, Bandung pada tanggal 17-20 Oktober 2021 ini merupakan sebuah bentuk presentasi publik ini menampilkan karya-karya akhir yang interaktif dan yang masih dalam proses dan desain (Raw Exhibition) yang mengangkat tiga tema besar yaitu “Abstrak, Heritage, dan Lingkungan Hidup”. Pameran ini dirintis oleh mahasiswa Film dan TV Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung bersama Uniwersytet Artystyczny im Magdaleny Abakanowicz w Poznaniu (UAP)  di Polandia. Mahasiswa dari kedua negara mendiskusikan berbagai kemungkinan topik kerja kolaboratif secara online. Hasil dari kegiatan ini akan dipamerkan secara langsung di dua negara.

Saat pertama memasuki pameran, Anda akan disuguhi Program Guide yang dapat diakses melalui QR code dan disambut oleh masing-masing seniman yang akan menceritakan karyanya.  Layout disusun dengan ruang yang ada dengan 8 instalasi karya yg memiliki tempat masing masing. Pengunjung dapat berinteraksi melalui karya-karya interaktif yang disajikan seperti menuliskan surat untuk masa depan, curhatan ide dan respon terhadap karya seniman, menggambar pada objek yang disediakan, dan bentuk interaksi-interaksi lainnya sesuai dengan karya yang ditampilkan. Dengan adanya karya-karya seperti ini para pengunjung dapat melihat, merasakan, dan meluapkan emosi yang sama dengan apa yang dicurahkan oleh para pengkarya. Pengunjung dapat teredukasi dengan ragam bentuk seni pada pameran ini. Peran seniman yang turut hadir menceritakan karyanya sendiri menjadi poin unggul dimana pengunjung dapat berdiskusi dan mengapresiasi secara langsung. Selain pameran, kegiatan Live Performance dan screening film juga menjadi kegiatan yang tidak boleh dilewatkan mengingat tidak ada reka ulang.

Open Art and Cinema telah berhasil menyampaikan intensi para seniman dengan baik dan interaktif. pameran ini bukanlah hanya sekedar hasil kreasi dari para artis, tetapi juga melibatkan interaksi, emosi, dan energi dari penikmat seni untuk menyempurnakan mahakaryanya. Pameran ini menginspirasi saya untuk mengeksplorasi lebih jauh bentuk, jenis, dan tujuan pameran dihadirkan.