BK from Home : Daybreak

Daybreak (n): the time in the morning when daylight first appears. Daybreak secara harfiah adalah momen ketika langit malam yang gelap mulai menyambut terangnya matahari pagi. Layaknya langit, kehidupan pun tak selalu terang benderang, ada kalanya kita dilanda gelap gulita. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini yang menyebabkan kekacauan sosio-ekonomi secara masif, ditambah quarter life crisis yang kian menjadi-jadi, serta dinamika kehidupan personal yang tak luput dari isu keluarga, dan pertemanan. Memang betul sekarang bukanlah waktu yang baik untuk berbagai hal, namun janganlah tenggelam, bila waktunya tiba, life will take a turn for the better, just like daybreak. Yang kita perlukan ialah secercah harapan.

Pada bulan Agustus ini, Bioskop Kampus menyelenggarakan sebuah program pemutaran yang bertajuk “BK from Home : Daybreak” dengan taglineEvery Cloud Has Its Silver Lining” yang mengangkat tema tentang optimisme dan harapan yang kerap ditemui di dalam kehidupan setiap orang. Pemutaran kali ini, BK bekerja sama dengan streaming platform Genflix sebagai wadah pemutaran. “BK from Home : Daybreak” memutarkan sembilan filmfilim pendek karya sineas Indonesia yang dibagi menjadi dua sesi, yaitu pada 7 Agustus 2021 pukul 19.00 WIB dan 8 Agustus 2021 pukul 16.00 WIB. Tidak hanya pemutaran, terdapat juga sesi diskusi bersama sepuluh sineas yang diselenggarakan setelah pemutaran sesi kedua, yaitu pada 8 Agustus 2021 pukul 19.00 WIB melalui platform Zoom.

Di hari pertama, 7 Agustus 2021, diadakan pemutaran sesi pertama. Pemutaran dibuka oleh Shana Dianra dan Timotius Elvin selaku presenter untuk “BK from Home : Daybreak”. Pada pemutaran ini diputarkan film We karya Aco Tenriyagelli, Masih Ada Natal Malam Ini karya Raihan Pratama Mauladi, Presence of Mind karya M. Danindra SP, Wajah Perempuan dan Masa Lalunya karya Alan Beka, dan Jakarta Subuh karya Syahreza Fahlevi. Sempat terjadi kesalahan teknis pada saat pemutaran film terakhir sehingga film Jakarta Subuh diputar kembali di pemutaran sesi berikutnya.

Di hari kedua, 8 Agustus 2021, diadakan pemutaran sesi kedua dan sesi diskusi bersama sineas – sineas. Sama seperti hari pertama, pemutaran dibuka oleh Shana Dianra dan Timotius Elvin.  Pada pemutaran sesi ini, diputarkan Mimpi Mayla karya Aaliyah Salsabila, Blame Tale karya Farrel R. Asalas, Lama Tak Kembali karya Andhika Godwin, Lasagna  karya Adi Victory, dan Jakarta Subuh karya Syahreza Fahlevi. Pada sesi ini, sempat terjadi kesalahan teknis juga. Akan tetapi, dilakukan pemutaran ulang pada film yang mengalami kesalahan teknis dan pemutaran kembali berjalan dengan baik.

Pada malam harinya di hari kedua, diadakan sesi diskusi di platform Zoom yang dipandu oleh Timotius Elvin selaku MC sekaligus moderator untuk sesi diskusi program pemutaran “BK from Home : Daybreak”. Sineas – sineas yang hadir ada Aco Tenriyagelli sebagai sutradara film We, Raihan Pratama Mauladi sebagai sutradara film Masih Ada Natal Malam Ini,  M. Danindra SP sebagai sutradara film Presence of Mind, Indra Prawiranegara sebagai sutradara film Wajah Perempuan dengan Masa Lalunya, Syahreza Fahlevi sebagai sutradara film Jakarta Subuh, Aaliyah Salsabila sebagai sutradara film  Mimpi Mayla, Farrel R. Asalas sebagai sutradara film Blame Tale, Andhika Godwin sebagai sutradara film Lama Tak Kembali, Adi Victory sebagai sutradara film Lasagna, dan Daniel Victory sebagai produser film Lasagna. Sesi diskusi berlangsung selama 95 menit dan berjalan dengan cukup baik. Partisipan yang hadir cukup antusias untuk bertanya mengenai proses pembuatan film – film yang telah ditayangkan, mulai dari makna tersirat yang ada di film, teknis saat syuting, persiapan sebelum melakukan syuting, dan masih banyak lagi.