BK From Home: Focus on Indonesian B-Movie

Bioskop Kampus yang dilakukan pada tanggal 5 September lalu mengangkat tema B-Movie. Tema ini dipilih karena dilihatnya sebuah potensi dari film kelas B dimana B-Movie ini memiliki peminat dan komunitasnya sendiri. Selain itu, B-Movie belum dikenal secara luas sehingga diharapkan dengan adanya BK From Home: Focus on Indonesian B-Movie masyarakat dapat lebih sadar akan keberadaan B-Movie itu sendiri.  

Dikarenakan masih tidak memungkinkannya dilakukan pemutaran secara offline, maka pemutaran kali ini masih menggunakan sistem daring. Masih sama seperti Bioskop Kampus sebelumnya (Bioskop Kampus from Home: Amidst the Pandemic), Bioskop Kampus kali ini masih menggunakan platform youtube. Jika kemarin menggunakan playlist youtube, kali ini Bioskop Kampus menggunakan fitur live streaming youtube sehingga dapat lebih terasa suasana “nonton bareng”-nya. Selain itu, dengan digunakannya live stream maka reaksi penonton pada saat pemutaran dapat langsung dirasakan. Pemutaran film sendiri hanya bisa diakses oleh penonton yang memiliki link. Live streaming youtube dimulai sejak pukul 19.30-20.15 dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama sineas. 

Pada pemutaran bioskop kampus kali ini, dipilih 4 film B-movie. Tiap film memiliki keunikannya tersendiri, baik secara visual maupun temanya, seperti “Neon City Files” dengan kesan cyberpunk dan warna neonnya; “Darah Untuk Anakku” yang memiliki tema mistis berbalut religi; “Pendekar Cyborg” dengan visual retro; serta “Azabku Azabmu” dengan darah dan unsur spiritualnya.

Selain melalui platform google meet, diskusi bersama sineas juga disiarkan melalui live stream di youtube channel LFM ITB. Diskusi ini dipimpin oleh moderator, jika penonton memiliki pertanyaan maka dituliskan di kolom komentar dan akan dibacakan oleh moderator. Diskusi sendiri berfokus pada topik mengenai B-Movie itu sendiri. Menurut para sineas, B-Movie merupakan film yang diproduksi secara low budget atau bahkan no budget at all. Diskusi kali ini berlangsung meriah, penonton aktif bertanya di kolom komentar ditambah lagi dengan antusiasme dari para sineas yang membuat suasana diskusi menjadi lebih seru.

Walaupun dilaksanakan secara online dan tidak bisa bertatap muka secara langsung, BK From Home: Focus on Indonesian B-Movie berlangsung secara lancar dan meriah. Penonton dan sineas pun aktif berpartisipasi dalam pemutaran  dan diskusi. Harapannya, dengan pemutaran BK kali ini penonton dapat lebih sadar akan film kelas B yang ada di Indonesia.

Ditulis oleh Ratih Purnama Dewi (Kru ’19)

Bincang Ria!: Strategi Pemasaran Pameran Online

Menanggapi situasi dunia yang mengharuskan semua orang menerapkan social distancing, telah hadir beragam pameran yang dilakukan secara online. Sama halnya dalam pameran secara offline, dibutuhkan strategi yang tepat agar tujuan dari ekshibisi yang dilakukan dapat tersampaikan. Bincang Ria kali ini mengupas tentang hal tersebut bersama Bagas Mahardika dari Pameran TPB FSRD ITB 2019 “Bula Fabula” dan Nadhif Adristia dari Pameran Tugas Akhir IMA-G ITB “Epilogue”. 

BULA FABULA

Bula Fabula merupakan pameran yang diadakan oleh TPB FRD ITB angkatan 2019. Pameran ini menggarap konsep game based untuk pamerannya. Pengunjung akan diminta untuk menemukan jalur menuju pameran per program studi yang ada pada FSRD ITB beserta mahasiswa 2019 yang menjadi bagian dari prodi tersebut melalui fitur yang tersedia pada instagram seperti tagging dan hashtag yang berada di akun Bula Fabula.  Berikut merupakan strategi serta tips and trick yang diberikan oleh Bagas Mahardika selaku ketua pelaksanadari Bula Fabula

  • Visual and Concept
  1. Search for something unique, never seen before.
  2. Look for a BUNCH of references for your works.
  3. If you feel like improving something that already existed, try on what makes it new!
  4. Appealing Color Palette is a must!
  5. Have a visual guide!  

 

  • Pre-event, event
  1. Make a flow on each event or day(s). So you can decide whether the event should require mass engagement or not.
  2. Make people question your project (Propaganda).
  3. Build a hype towards your brand/exhibition/event.
  4. Always upload/post something on High Traffic Hours

  

  • Publication and relation 
  1. Search for relevant Media/Partners to build engagement and discoveries.
  2. If possible, make a collaboration with Influencers/relevant institutions as a Pre-Event or Post-Event.
  3. Create an Interactive Publications (Make people want to share your events too)
  4. Propaganda can really be a boost for early game if you can make it interesting.  

“Jadikan Key Performance Indicator (KPI) sebagai salah satu acuan dalam mencapai target audience acara yang akan dilaksanakan. Jika targetnya adalah kisaran umur sekian, kira-kira desain apa yang cocok untuk memikat mereka?

Berikan sesuatu yang menarik perhatian dan membuat para pengunjung memutuskan untuk mengikuti akun acara tersebut, dan selalu berikan konten berkelanjutan yang menarik namun juga relevan.”

EPILOGUE  

Epilogue merupakan Pameran Tugas Akhir Program Studi Arsitektur ITB oleh IMA-Gunadharma. Epilogue biasanya diadakan di Galeri Arsitektur secara fisik dan 3 kali dalam setahun yaitu April, Juli, dan Oktober. Namun, dikarenakan adanya pandemi, Epilogue kali ini diadakan secara online.

Epilogue kali ini menggarap tema fase/siklus. Fase/siklus merupakan bagian penting dalam hal arsitektur. Sebuah proses desain tidaklah lepas dari suatu pengembangan ide/konsep/tema yang kemudian hari akan membuahkan suatu hasil akhir, lalu kembali lagi ke titik awal. Lantas, menjadi sebuah siklus.

Konsep ini dinilai mampu membawa nilai PAMTA (Pameran Tugas Akhir) dalam hal proses pengembangan suatu ide, yang kemudian dapat menjadi inspirasi bagi audiens. Nilai yang ingin diangkat pada pameran ini ialah proses, pengembangan, interaktif, inspiratif, serta eksploratif.

  • Desain Pameran
  1. Menuangkan pengalaman tiga dimensi ke ranah dua dimensi
  2. Desain yang efektif dan efisien dalam menyampaikan seluruh informasi
  3. Appealing untuk semua kalangan:

a. Interface user-friendly

b. Penambahan grafis visualisasi

c. Estetika

4. Membentuk identitas akan pameran itu sendiri/ BRANDING

 

  • Strategi Marketing

1.Publikasi Rutin:

a. Mengunggah minimal 1 post & snapgram setiap hari saat sudah H-10 ekshibisi

b. Mengunggah minimal 1 post setiap hari setelah ekshibisi dimulai

a. Pra-ekshibisi:

Membuat cuplikan konten, membiasakan pengunjung dengan interface, membuat countdown

b. Ekshibisi Utama:

Mempublikasikan konten-konten utama, mengevaluasi potensi konten untuk dieksplorasi, me-maintain momentum

c. Penutup Acara:

Membuat pengunjung kembali ke ekshibisi, menambahkan konten eksploratif, mengadakan acara dengan media partner

3. Kerja sama media partner tepat sasaran

4. Audience engagement

5. Peer-to-peer marketing 

6. PUBLIKASI -> gimmick

a. Filter instagram

b. Konten komedik

c. Playlist musik

d. Cuplikan/ Sneak Peek

e. Challenges

f. Twibbon

Ditulis oleh: Kirana Pavita