Picnic Cinema 2016

Picnic Cinema merupakan sebuah event dengan konsep open air indie festival yang diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober 2016. Event ini diselenggarakan oleh Collaborative ID, sebuah creative organizer dari Bandung dan ini merupakan event kedua yang mereka selenggarakan setelah Picnic Cinema di tahun 2014.

 

Seperti nama acaranya, acara ini tentunya menampilkan film-film karya sineas Indonesia. Film-film yang diputar antaranya:

  1. Friend
  2. Bubar, Jalan!
  3. Opor Operan
  4. Sedeng Sang
  5. Jeni Lova
  6. Montage of Edelweiss
  7. Jurig by

dan juga ada program Movers and Shakers yang menampilkann 8 film lainnya.

 

Tidak hanya pemutaran film, picnic cinema tahun 2016 ini mempunyai serangkaian acara menarik lainnya. Seperti contohnya ada sushi making class with Sushi Tei, make up challenge with Emina, music performance, dan yang paling seru adalah kita bisa menikmati Museum Geologi pada malam hari! Para pengunjung dipersilahkan untuk berkeliling museum pada malam hari layaknya Night at The Museum. Pengalaman ini hanya bisa didapat di acara ini karena biasanya museum tidak dibuka untuk umum pada malam hari.

 

Dengan mengangkat tema piknik di museum, otomatis acara ini diadakan di outdoor area. Tetapi sayangnya, hujan besar turun sore hari yang mengakibatkan mundurnya jam pemutaran pertama. Pemutaran yang seharusnya diputar di outdoor area, menjadi harus dipindahkan ke sebuah auditorium di dalam Museum Geologi. Pemutaran di dalam auditorium hanya berlangsung untuk satu sesi dikarenakan hujan telah berhenti. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran sesi selanjutnya di halaman Museum Geologi. Di setiap perpindahan sesi pemutaran film, selalu diselingi dengan penampilan musik dari beberapa band.

 

Di halaman Museum Geologi pun, sudah disediakan kain-kain piknik untuk alas duduk walalupun terbatas, yang mengakibatkan banyak penonton berdiri dan harus mencari alternative lain untuk dijadikan alas duduk selama acara berlangsung. Namun beberapa dari mereka yang tidak mendapat tempat, lebih memilih untuk berdiri karena keadaan rumput yang basah setelah hujan. Ini mengakibatkan suasana piknik yang seharusnya menjadi tema utama kurang terasa.

 

Secara garis besar, acara Picnic Cinema ini sangatlah menarik secara konsep dan tema. Tetapi sayangnya,, dikarenakan adanya beberapa kendala dan keadaan cuaca yang kurang mendukung, membuat eksekusi acara ini kurang maksimal. Overall, acara Picnic Cinema ini sukses membawa angin baru dalam pemutaran film.

 

Tunggu review acara selanjutnya dari kami!

Poster Picnic Cinema
Poster Picnic Cinema

Ganesha Exhibition Programme 2017: SEVEN

Ganesha Exhibition Programme 2017: SEVEN

“Kala Cermin Tak Lagi Bicara”

 

Ganesha Exhibition Programme kembali lagi tahun ini dengan bertemakan “Seven Deadly Sins” dan berjudul GEP SEVEN. Maksud dari tema ini adalah tujuh macam dosa yang biasa dimiliki oleh manusia, dan setiap manusia memiliki beberapa bagian dari 7 dosa ini. Tujuh dosa itu adalah pride, greed, lust, envy, gluttony, wrath, and sloth.

 

GEP tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena banyak aktivitas atau mata acara baru di dalam GEP Seven ini. Selain pameran foto dan pemutaran film, ada juga Kinecorner, DIskusi Film Pendek, Talkshow, dan Music Gigs.

 

Foto-foto yang dipamerkan dibagi ke dalam 7 kelompok berbeda sesuai dengan dosa-dosa tersebut. Dengan penempelan foto yang berbeda-beda dan menarik, membuat para pengunjung tertarik untuk memperhatikan foto-foto tersebut secara seksama. Di area Kinecorner, pengunjung dapat membaca review-review film dengan duduk santai di bean bag yang sudah disediakan. Tidak hanya itu, terdapat tiga tab yang dapat digunakan penonton untuk menonton film dan penonton disuguhkan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai film tersebut.

Untuk Music Gigs sendiri, GEP mengundang band Loner Lunar dan Amigdala pada hari pertama. Di hari kedua pameran, Jon Kastella dan Tetangga Pak Gesang hadir untuk menghibur para pengunjung yang datang. Mereka semua sukses membuat GEP lebih ramai dan seru untuk dikunjungi.

 

GEP tahun ini diadakan di Galeri Hidayat pada tanggal 24 dan 25 Februari 2017. Ketika pengunjung datang, mereka akan disambut dengan “Rasa Warna”, sebuah mini game dimana para pengunjung bisa bermain dengan cat warna-warni. Setelah dari rasa warna, pengunjung dapat melihat panggung dimana band-band tampil dan memainkan musik. Untuk ke pameran foto dan pemutaran filmnya, pengunjung harus naik ke lantai dua, dan akan disambut dengan sebuah ruangan luas yang sudah ditata sedemikian rupa untuk mendukung pamerannya itu sendiri.

 

Tunggu kehadiran dan kejutan dari Ganesha Exhibition Programme selanjutnya!

 

Suasana pameran foto GEP SEVEN
Suasana pameran foto GEP SEVEN
Loner Lunar pada GEP SEVEN
Loner Lunar pada GEP SEVEN
Suasana pemutaran GEP SEVEN
Suasana pemutaran GEP SEVEN
Pengunjung sedang membaca literatur kineklub
Pengunjung sedang membaca literatur kineklub
Wahana menonton film pendek pada GEP SEVEN
Wahana menonton film pendek pada GEP SEVEN

Bioskop Kampus X Ganesha Exhibition Programme: Memoriae

Bioskop Kampus Memoriae adalah sebuah acara Pre-Event Ganesha Exhibition Programme 2017: SEVEN yang diselenggarakan Ruang 9009 ITB pada tanggal 10 Februari 2017.

GEP Memoriae

 

Ada yang beda nih dari bioskop kampus kali ini, penasaran? Keep scrollin!

 

BK Memoriae suasana
Suasana Bioskop Kampus : Memoriae

 

Bioskop kali ini memutar dua film yaitu “Memoriae” dan “Pasir Berbisik”.  Film “Memoriae” adalah film dokumenter mengenai penderitaan wanita pada zaman peperangan di Timor Leste. Setelah film selesai diputar, diadakan diskusi langsung dengan Kamila Andini selaku sutradara dari film “Memoriae”.

 

berdiskusi dengan sutradara Memoriae : Kamila Andini

 

Selanjutnya, ada sesi spesial nih dari pemutaran kali ini, yaitu film “Pasir Berbisik” yang diputar dengan menggunakan proyektor seluloid! Pemutaran harus terhenti setiap 20 menit untuk mengganti roll pada seluloid.

 

Seluloid BK Memoriae
Proyektor Seluloid

 

Pengalaman menonton dengan seluloid membuat penonton tidak mudah melupakan pengalaman menonton di bioskop kampus spesial ini. Sampai jumpa di bioskop kampus selanjutnya!

Bioskop Kampus: Gentayangan

Bioskop Kampus Gentayangan

 

Pada tanggal 2 Desember 2016 ada sebuah acara menarik di ITB! Acara tersebut adalah BK Keliling yang diadakan di Tunnel ITB. BK keliling adalah sebuah bioskop kampus yang pemutarannya tidak dilaksanakan di ruangan 9009. Ini merupakan BK pertama yang diselenggarakan di tangga-tangga Tunnel ITB. Tangga tunnel ini dipilih untuk menjauhkan rasa bosan sekaligus memberikan suasana baru bagi para penonton setia BK. Walaupun lokasi pemutaran di area outdoor, banyak penonton yang antusias dengan pemutaran kali ini. Beruntungnya lagi, saat itu hujan tidak turun dan pemutaran dapat berjalan sesuai rencana.

Bioskop Kampus keliling tahun ini mempunyai nama “BK Gentayangan”. Dari namanya saja, sudah bisa dirasakan bahwa BK kali ini memutarkan film-film yang bergenre horror. Sesuai temanya, film yang dipilih untuk menghibur para penontonnya adalah film “Sundel Bolong” dan film “Pengabdian Setan”.  Dua buah film ini sukses memberikan kesan yang menyaramkan kepada para penonton dan juga suasana mencekam makin dapat terasa dengan dukungan poster-poster menyeramkan yang dipajang di sekitaran ITB. Tidak lupa popcorn diberikan kepada penonton secara cuma-cuma untuk menemani mereka menonton. Seperti biasa, pada akhir pemutaran diadakan diskusi bersama mengenai film tersebut dengan salah satu kru LFM.

Penasaran kan tahun depan BK Keliling akan diadakan dimana? Tunggu kejutannya!

Suasana BK Gentayangan
Suasana Tangga Tunnel ITB pada BK Gentayangan
Suanana pemutaran BK Gentayangan
Suanana pemutaran BK Gentayangan

 

Bioskop Kampus: Terekam Tak Pernah Mati

Bioskop Kampus Terekam Tak Pernah Mati

Pada bulan Oktober 2016, Bioskop Kampus menghadirkan sesuatu yang berbeda. Tidak menampilkan sesuatu yang berbau horror seperti BK Oktober tahun-tahun sebelumnya, melainkan BK kali ini berkolaborasi dengan program dari Kineklub LFM ITB yaitu Ngopi (Ngomongin Pilem). Bioskop Kampus x Ngopi ini dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Oktober 2016 di 9009 LFM ITB.

Mengangkat judul “Terekam Tak Pernah Mati”, BK x Ngopi ini menampilkan film yang berjudul ‘Lewat Djam Malam’ (1954) karya dari Djamaludin Malik dan Usmar Ismail yang direstorasi pada tahun 2012. Film ini menceritakan potret kehidupan dari eks pejuang Indonesia pasca masa kemerdekaan. Screening ini dibuka dengan sambutan dari keluarga Usmar Ismail selaku creator film dan dilanjutkan dengan diskusi setelah film selesai. Diskusi kali ini menghadirkan Mentri Kebijakan Kampus dan Advokasi ITB dan Komunitas Bahasinema Bandung. Selama diskusi berlangsung, para pengunjung antusias untuk bertanya dan berdiskusi bersama. Biskop Kampus x Ngopi ini sukses mendatangkan tidak hanya masa kampus ITB, tetapi banyak juga yang datang dari kalangan pecinta film dari luar kampus ITB.

Kapan lagi ada kesempatan untuk nonton film seperti ini selain datang ke Bioskop Kampus? Yuk datang ke Bioskop Kampus selanjutnya!

Diskusi Isu Lewat Djam Malam
Diskusi Isu Lewat Djam Malam
Instalasi Nyala Lewat Djam Malam
Instalasi Bioskop Kampus Terekam Tak Pernah Mati

 

Penonton BK Lewat Djam Malam
Penonton pada BK Terekam Tak Pernah Mati

 

Suasana Menonton BK Lewat Djam Malam
Suasana Menonton film Lewat Djam Malam